MENITNEWS.COM, JAKARTA – Piala Dunia 2026 baru saja menyelesaikan dua matchday fase grup, namun sejumlah rekor lama sudah berjatuhan. Format baru dengan kepesertaan 48 negara yang diterapkan untuk pertama kalinya dalam sejarah, membuat edisi kali ini terasa sangat berbeda.
Dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak, turnamen ini langsung menghadirkan banjir kejutan dan catatan sejarah baru. Melansir data resmi FIFA dan Sportradar, berikut adalah tujuh rekor yang sudah resmi terpecahkan di awal Piala Dunia 2026.
1. Format 48 Tim: Ekspansi Terbesar Sejak 1998
Selama 24 tahun—sejak Prancis 1998 hingga Qatar 2022—Piala Dunia setia dengan format 32 negara. Kini di tahun 2026, jumlah kontestan melonjak drastis menjadi 48 tim.
Perubahan format ini membawa dampak langsung pada struktural kompetisi:
-
Total Pertandingan: Meningkat tajam dari 64 laga menjadi 104 pertandingan.
-
Multi-Tuan Rumah: Untuk pertama kalinya, turnamen digelar di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
-
Logistik & Zona Waktu: Pertandingan tersebar di 16 stadion dengan zona waktu yang berbeda-beda. Bagi pencinta sepak bola di Asia Tenggara, konsekuensinya adalah jadwal kick-off subuh yang menantang.
2. Kemenangan Terbesar Kanada & Rekor CONCACAF
Kanada sukses menghajar Qatar dengan skor telak 6-0 pada matchday kedua. Skor mencolok ini langsung menorehkan tinta emas:
-
Menjadi kemenangan terbesar Kanada sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
-
Memecahkan rekor sebagai kemenangan dengan margin terbesar bagi tim dari zona CONCACAF di panggung dunia.
3. Lonjakan Produktivitas Gol Sejarah Kanada
Sebagai konteks betapa gila rekor di atas, Kanada sebelumnya hanya tampil di 7 laga pada edisi 1986 dan 2022 dengan koleksi total 7 gol. Hanya dalam satu malam melawan Qatar, mereka hampir menyamai seluruh produktivitas gol historis mereka.
Tak hanya itu, data Sportradar mencatat Kanada membuat 97 sentuhan di kotak penalti lawan selama laga tersebut—salah satu angka dominasi tertinggi di fase grup sejauh ini.
4. Kemenangan Perdana Kanada di Piala Dunia
Sebelum edisi 2026 dimulai, Kanada memegang rekor buruk: 7 kali bertanding di Piala Dunia, 7 kali pula mereka menelan kekalahan (nol kemenangan). Oleh karena itu, keunggulan 6-0 atas Qatar bukan sekadar kemenangan besar, melainkan kemenangan pertama sepanjang sejarah sepak bola Kanada di turnamen ini.
5. Proyeksi Rekor Total Gol Sepanjang Masa
Dengan total 104 pertandingan, rekor 172 gol yang tercipta di Qatar 2022 hampir pasti akan tumbang.
Analisis Proyeksi Gol: Jika rata-rata gol per laga menyamai edisi 2022 (2,69 gol/laga), maka total gol di Piala Dunia 2026 diproyeksikan bisa menyentuh angka 280 gol.
Bagi FIFA, ekspansi ini bukan sekadar statistik, melainkan jaminan komersial dan drama yang lebih menjual.
6. Pertahanan Kokoh Swiss di Babak Pertama
Swiss mencatatkan rekor defensif yang impresif namun luput dari sorotan utama. Mereka tercatat belum pernah kebobolan di babak pertama dalam 5 laga beruntun lintas kompetisi. Dua gol yang bersarang ke gawang Swiss di Piala Dunia 2026 sejauh ini seluruhnya terjadi di masa injury time babak kedua. Data ini menjadi peringatan serius bagi calon lawan Swiss di fase gugur.
7. Start Sempurna Meksiko di Grup A
Sebagai salah satu tuan rumah, Meksiko berhasil mengatasi tekanan publik sendiri. Mereka menyapu bersih dua laga awal di Grup A dengan 6 poin penuh dan belum kebobolan sama sekali. Ini merupakan start terbaik El Tri sejak format Piala Dunia diperluas.
Rekor yang Segera Menyusul: Panggung Para Veteran 40 Tahun
Selain tujuh rekor di atas, edisi kali ini berpotensi memecahkan rekor sebagai turnamen dengan pemain berusia 40 tahun atau lebih terbanyak dalam satu edisi. Nama-nama legendaris yang terdaftar di antaranya:
-
Cristiano Ronaldo (41 tahun)
-
Manuel Neuer (40 tahun)
-
Luka Modrić (40 tahun)
-
Guillermo Ochoa (40 tahun)
Mengapa Rekor Begitu Mudah Pecah di 2026?
Ada alasan struktural di balik fenomena ini. Format 48 tim secara otomatis menghadirkan kesenjangan kualitas (gap) yang lebih lebar di fase grup. Ketika tim raksasa bertemu tim debutan yang lebih lemah, skor telak menjadi lebih lumrah.
Ditambah dengan tren sepak bola modern yang semakin ofensif serta keuntungan historis tim tuan rumah yang bermain di kandang sendiri, jatuhnya rekor-rekor lama hanyalah konsekuensi logis.
Piala Dunia 2026 baru saja dimulai. Dengan puluhan laga yang masih tersisa, daftar rekor baru dipastikan akan terus bertambah panjang. (*)
Comment